Untuk Zia
Hai, Zi! Terima kasih atas segala kekuatan yang sudah kamu kerahkan. Terima kasih untuk terus semangat (yang mungkin awalnya entah datang dari mana), yang membuat kamu tetap bisa bertahan. Siapa yang menyangka, setelah hampir setiap hari menangis karena takut mati 2 tahun lalu, detik ini kamu masih bisa bernapas lega? Ke-'tidak mungkin'-an yang kau bayangkan selama ini ternyata masih dapat kau wujudkan. __ Terharu sekali rasanya kalau mengingat perjuangan hidupku beberapa tahun lalu. Harus bersabar menerima kenyataan karena tiba-tiba diuji dengan penyakit yang penuh perjuangan untuk disembuhkan disaat sedang berjuang naik ke tahap kehidupan baru. Merasa tidak butuh lagi dengan kesenangan dunia. Baju baru, make up baru, berubah jadi hal yang sangat tidak penting saat itu. Yang aku butuhkan hanya kepastian. Kenapa harus aku yang diuji dengan penyakit ini? Gimana caranya aku sembuh? Apa aku harus korbankan masa depan aku dengan adanya penyakit ini? Dan pertan...